Kisah Kerajaan Tumapel (Singasari), Ken Arok dari Pengemis Menuju Tahta Kerajaan (1222-1272)
Arti Nama dan Asal Usul.
Kerajaan Singasari, yang kita kenal hari ini, pada awalnya dikenal dengan nama Kerajaan Tumapel. Nama "Tumapel" sendiri merupakan nama resmi dari kerajaan ini pada awal pendiriannya. Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan dinasti, terjadi transformasi penting dalam sejarah kerajaan ini. Pada tahun 1254, Wisnuwardhana, yang saat itu memegang tampuk kekuasaan, memutuskan untuk mengubah nama ibu kota kerajaan dari Kutaraja menjadi Singasari. Perubahan ini bukanlah perubahan sembarangan, melainkan perubahan yang dipenuhi dengan makna dan simbolisme. Kata “Tumapel” berasal dari kata “tumpal” dalam bahasa Jawa, yang berarti motif batik dengan lukisan tiga setrip yang berjajar. Dalam konteks Kerajaan Tumapel, nama ini mungkin merujuk pada motif atau simbol tertentu yang digunakan dalam kerajaan tersebut. Namun, penafsiran pasti dari nama ini masih menjadi subjek penelitian dan debat di kalangan sejarawan dan ahli bahasa. Singasari, yang menjadi nama baru ibu kota kerajaan, diambil dari kata "singha" yang berarti singa dan "sari" yang berarti esensi atau inti. Dengan demikian, Singasari dapat diartikan sebagai "esensi singa" atau "inti keberanian", yang mencerminkan semangat dan karakteristik kerajaan ini. Perubahan nama ini juga bertepatan dengan pengangkatan Kertanegara sebagai Yuwaraja, atau putra mahkota. Kertanegara adalah putra Wisnuwardhana yang nantinya akan meneruskan tahta kerajaan. Pengangkatan ini menandai awal dari era baru dalam sejarah Kerajaan Singasari.
Pendiri dan Sejarahnya.
Ken Arok, seorang tokoh yang juga dikenal dengan gelar Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi, adalah pendiri dan raja pertama Kerajaan Tumapel. Kisah hidupnya penuh dengan intrik dan perjuangan, yang berakhir dengan pendirian sebuah kerajaan yang berpengaruh di Jawa Timur. Ken Arok berasal dari latar belakang yang sederhana. Dia adalah seorang pengemis dari daerah Blambangan, Banyuwangi. Namun, dia memiliki ambisi besar. Dia bermimpi untuk mengambil alih kekuasaan di Tumapel, yang saat itu dikuasai oleh Tunggul Ametung. Untuk mewujudkan mimpinya, Ken Arok melakukan tindakan yang drastis. Dia berhasil membunuh Tunggul Ametung dan mempersunting istrinya, Ken Dedes. Ken Dedes adalah seorang wanita yang sangat cantik dan dianggap memiliki darah biru karena dia adalah putri dari Mpu Purwa, seorang Brahmana terkenal di Jawa. Setelah mengambil alih Tumapel, Ken Arok tidak berhenti. Dia menaklukkan Kerajaan Kediri, yang saat itu adalah kerajaan paling berpengaruh di Jawa. Dengan kemenangan ini, Ken Arok berhasil mendirikan kerajaannya sendiri, yang dia namai Singasari. Singasari, yang sebelumnya dikenal sebagai Tumapel, kemudian berkembang menjadi salah satu kerajaan paling berpengaruh di Jawa. Di bawah kepemimpinan Ken Arok dan penerusnya, Singasari mencapai puncak kejayaannya. Namun, meski berhasil mendirikan kerajaan dan menjadi raja, Ken Arok tetap menjadi sosok yang kontroversial. Dia dikenal sebagai seorang pemimpin yang tegas dan berani, tetapi juga dikenang karena tindakannya yang kejam dan ambisius. Demikianlah kisah Ken Arok, pendiri Kerajaan Tumapel. Kisah hidupnya adalah cerita tentang ambisi, perjuangan, dan kekuasaan. Meski kontroversial, tidak ada yang bisa menyangkal bahwa dia adalah sosok yang berpengaruh dalam sejarah Jawa.
Daftar Nama Raja.
Berikut adalah daftar raja-raja Kerajaan Tumapel menurut versi Pararaton: Ken Arok alias Sri Ranggah Rajasa Bhatara Sang Amurwabhumi (1222), Anusapati (1247), Tohjaya (1249), Ranggawuni alias Wisnuwardhana (1250), Dan Kertanagara (1272).
Masa Keruntuhan.
Masa keruntuhan Kerajaan Tumapel adalah sebuah misteri yang belum sepenuhnya terungkap. Meski banyak sumber sejarah yang mencoba untuk memetakan akhir dari kerajaan ini, namun masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab. Berdasarkan beberapa sumber, diperkirakan bahwa keruntuhan Kerajaan Tumapel terjadi sekitar abad ke-13 atau 14 M. Namun, tanggal pasti keruntuhan ini masih menjadi subjek perdebatan di kalangan sejarawan. Ada beberapa teori tentang apa yang mungkin menyebabkan keruntuhan Kerajaan Tumapel. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa keruntuhan ini mungkin disebabkan oleh serangan dari kerajaan lain. Lainnya berpendapat bahwa keruntuhan ini mungkin disebabkan oleh konflik internal atau bahkan bencana alam. Namun, apa pun penyebabnya, yang jelas adalah bahwa keruntuhan Kerajaan Tumapel menandai akhir dari sebuah era. Era di mana Kerajaan Tumapel, yang pernah menjadi salah satu kerajaan paling berpengaruh di Jawa, akhirnya harus menghadapi akhir dari kejayaannya. Meski kerajaan ini telah runtuh, namun peninggalan-peninggalannya masih bisa kita lihat hingga hari ini. Baik itu dalam bentuk candi, prasasti, atau bahkan dalam cerita dan legenda yang masih diceritakan dari generasi ke generasi. Kerajaan Tumapel meninggalkan banyak peninggalan bersejarah seperti Candi Singhasari dan seni ukir pada bangunan-bangunan kerajaan. Demikianlah kisah Kerajaan Tumapel, sebuah kerajaan yang pernah berjaya di tanah Jawa. Meski telah runtuh, namun peninggalan-peninggalan bersejarahnya masih bisa kita nikmati hingga saat ini. Segala kebenaran detailnya kita kembalikan kepada Allah tuhan sang pemilik kisah kehidupan.
Komentar
Posting Komentar