Postingan

Kisah Legenda Maling Aguna (Brandhal Lokajaya), Perjalanan Hidup Sunan Kalijaga (Tuban)

Gambar
  Di Kadipaten Tuban yang ramai sebagai bandar niaga di pesisir utara Jawa, hiduplah seorang Adipati bernama Tumenggung Wilatikta. Ia memiliki seorang putra yang gagah dan cerdas bernama Raden Mas Said, atau lebih dikenal sebagai Raden Said. Sebagai putra adipati, Raden Said hidup dalam lingkungan istana yang serba berkecukupan, mengenyam pendidikan yang baik, dan dipersiapkan untuk meneruskan kepemimpinan ayahandanya kelak. Namun, di balik kemewahan hidupnya, hati Raden Said muda seringkali merasa gelisah dan prihatin. Ia tidak bisa menutup mata terhadap kondisi rakyat Tuban di luar tembok istana. Banyak di antara mereka yang hidup dalam kemiskinan dan kesulitan. Pajak yang tinggi, yang konon harus disetorkan sebagai upeti kepada Kerajaan Majapahit yang berkuasa saat itu, semakin mencekik leher rakyat kecil. Raden Said sering menyaksikan sendiri bagaimana para petani harus menyerahkan sebagian besar hasil panen mereka kepada petugas pajak kadipaten. Ia melihat wajah-wajah le...

Cerita Horor : Kuntilanak Merah di ITB

Gambar
  Langit Bandung tahun 1998 telah sepenuhnya menghitam pekat ketika Ardi (nama samaran), mahasiswa tingkat akhir jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung, masih berkutat dengan tumpukan kertas kalkir dan layar monitor komputer jadul di sudut ruang Laboratorium Teknik V, atau yang akrab disebut Labtek V. Jarum jam di dinding menunjukkan pukul sebelas malam lewat. Kampus Ganesha yang biasanya riuh rendah dengan aktivitas mahasiswa kini lengang dan sunyi senyap. Hanya suara dengung samar dari beberapa peralatan elektronik dan ketukan jari Ardi di papan ketik yang memecah keheningan malam itu. Ardi bukanlah satu satunya pejuang malam itu, setidaknya beberapa jam sebelumnya. Ada beberapa teman seangkatannya yang juga mengejar tenggat waktu tugas akhir. Namun satu per satu dari mereka telah menyerah pada kantuk dan lelah, memilih pulang ke kos atau asrama. Kini, Ardi merasa benar benar sendirian di lantai tiga gedung yang terkenal kokoh namun menyimpan banyak cerita di kalanga...

Tidak Ada yang Sia-Sia (Tasawuf dan Makrifatullah)

Gambar
  Wahai jiwa yang mencari hakikat,   sebuah kebenaran agung yang terhampar di seluruh penjuru alam: "Tidak ada yang sia-sia di dunia". Kalimat ini bukan sekadar pepatah bijak, melainkan sebuah penyingkapan rahasia tentang cara kerja Tangan Ilahi yang Maha Indah dan Maha Teliti. Ia adalah undangan untuk membuka mata hati, melihat melampaui kulit luar segala sesuatu, dan menyaksikan betapa setiap zarah di alam semesta ini memiliki peran, makna, dan tujuan dalam simfoni kehidupan yang diciptakan oleh Allah, Sang Maha Karya. Ketika pandangan kita terbatas pada manfaat lahiriah atau kepentingan sesaat diri sendiri, mudah sekali kita terjebak dalam penilaian dangkal, menganggap sesuatu itu berguna atau tidak berguna, berharga atau sia-sia. Namun, bagi mata hati yang diterangi cahaya marifat, tidak ada satu pun ciptaan, baik yang hidup maupun yang tak hidup, yang hadir tanpa maksud. Semuanya adalah bagian dari sebuah desain maha cerdas, sebuah ekosistem raksasa yang saling men...

Cerita Horor : Melahirkan Dibantu Mahluk Halus

Gambar
  Di awal milenium baru, sekitar tahun 2001, Siti merasakan kebahagiaan sekaligus kecemasan yang membuncah. Ia tengah mengandung anak pertamanya, buah cinta dengan suaminya, Budi. Mereka tinggal di sebuah desa kecil nan terpencil bernama Sidorahayu, yang terletak cukup jauh dari pusat keramaian kota di wilayah Jawa Tengah. Akses menuju fasilitas kesehatan modern seperti rumah sakit atau klinik bersalin cukup sulit dijangkau, memakan waktu berjam jam melewati jalanan yang belum sepenuhnya baik. Kehidupan di Desa Sidorahayu masih kental dengan tradisi. Untuk urusan persalinan, kebanyakan warga desa masih mengandalkan jasa dukun beranak atau bidan kampung yang ilmunya diwariskan turun temurun. Begitu pula dengan Siti dan Budi. Mereka telah meminta bantuan Mbah Kasih, dukun beranak paling sepuh dan dipercaya di desa itu, untuk mendampingi proses kelahiran anak mereka nanti. Siti berusaha menjalani kehamilannya dengan baik, menjaga kesehatan dan berdoa agar persalinannya lancar. ...

Cerita Horor : Kisah Kuyang di Sungai Gelap

Gambar
  Budi, nama pemuda ini disamarkan, adalah penduduk asli Desa Sungai Gelap. Sebuah perkampungan sederhana yang terletak di tepi hutan lebat, khas pedalaman Kalimantan Selatan. Tahun itu sekitar 2018, kehidupan di desa masih sangat kental dengan adat istiadat dan kepercayaan leluhur. Sungai yang mengalir tidak jauh dari desa menjadi urat nadi kehidupan, namun sekaligus menyimpan misteri dan cerita cerita kelam yang diwariskan dari generasi ke generasi. Salah satu cerita yang paling membuat bulu kuduk berdiri adalah legenda tentang Kuyang. Sosok kepala terbang dengan organ dalam menjuntai ini bukanlah dongeng pengantar tidur bagi anak anak di Sungai Gelap. Itu adalah sebuah kemungkinan mengerikan yang diyakini benar benar ada oleh sebagian besar warga, terutama mereka yang sudah berumur. Budi sendiri, sebagai pemuda yang mulai terpengaruh modernisasi dari kota terdekat, awalnya berada di tengah tengah. Ia menghormati kepercayaan para tetua, namun ada sedikit keraguan dalam hatiny...